SEJARAH INDONESIA
RENTETAN PERJUANGAN RAKYAT INDONESIA DARI 1511 SAMPAI DENGAN 1945
Yap... disini saya ingin berbagi cerita mengenai sejarah Indonesia, khususnya zaman penjajahan doeloe.. Indonesia menyimpan banyak cerita yang patut kita kenang, paling tidak, kita sebagai generasi muda tahu bagaimana lahirnya negara tercinta kita ini, tahu bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, sehingga sekarang kita bisa menikmati jerih payah pahlawan-pahlawan kita.
Indonesia -atau tepatnya Nusantara- dijajah pertama kali oleh bangsa Portugis, di tahun1511. Bangsa Portugis dibawah kepemimpinan Alfonso D'Albuquerque menguasai selat Malaka. bagi teman-teman yang belum tahu selat malaka, selat malaka berada diantara semenanjung malaysia (Thailand, Singapura, Malaysia) dan Pulau Sumatra (Indonesia).
Kemudian di tahun 1595 pengusaha Belanda mengirim ekspedisi Hindia Timur yang dipimpin oleh Cornelis De Houtmann. Houtmann tiba di Banten 1596. Banten tepatnya di Jawa Barat, merupakan jalur penghubung Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Namun karena keangkuhan Houtmann, dia tidak bertahan lama disana dan dia kembali ke Belanda, dengan membawa banyak rempah-rempah.
Pada tahun 1598, kali kedua Belanda mendarat di Banten, dipimpin oleh Jacob Van Neck. Rombongan yang datang kali kedua ini jumlahnya lebih banyak dan masing-masing kelompok membentuk kongsi dagang, sehingga menimbulkan persaingan diantara mereka sendiri.
Selain Belanda dan Portugis, Inggris tercatat pernah datang juga ke Indonesia. tepatnya di tahun 1579. Perhatian terhadap Indonesia dimulai semenjak penjelajah F. Drake singgah di Ternate di tahun tersebut. Selanjutnya Ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke 16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East India Company (EIC). Kongsi tersebut didirikan juga untuk menyiasati adanya persaingan dagang dengan kongsi-kongsi dagang milik Belanda yang jumlahnya banyak.
Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir Inggris dari Indonesia. Yang akhirnya setelah tragedi "Amboyna Massacre" -tragedi berdarah di Ambon- tepatnya tahun 1623, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengalihkan perhatiannya ke negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam, sampai memperoleh kekuasaan. Namun Inggris memperoleh kekuasaan kembali di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang di Tahun 1811. Selama 5 tahun (1811-1816) Inggris memegang kendali kekuasaan pemerintahan di Indonesia.
Namun jauh sebelum itu semua terjadi, ada peristiwa bersejarah lainnya. Tepatnya pada 20 maret 1602, Belanda mendirikan kongsi dagangnya bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Bermarkas di Ambon dengan Gubernur pertamanya bernama Pietr Both. Tujuan didirikannya VOC adalah:
Kemudian di tahun 1595 pengusaha Belanda mengirim ekspedisi Hindia Timur yang dipimpin oleh Cornelis De Houtmann. Houtmann tiba di Banten 1596. Banten tepatnya di Jawa Barat, merupakan jalur penghubung Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Namun karena keangkuhan Houtmann, dia tidak bertahan lama disana dan dia kembali ke Belanda, dengan membawa banyak rempah-rempah.
Pada tahun 1598, kali kedua Belanda mendarat di Banten, dipimpin oleh Jacob Van Neck. Rombongan yang datang kali kedua ini jumlahnya lebih banyak dan masing-masing kelompok membentuk kongsi dagang, sehingga menimbulkan persaingan diantara mereka sendiri.
Selain Belanda dan Portugis, Inggris tercatat pernah datang juga ke Indonesia. tepatnya di tahun 1579. Perhatian terhadap Indonesia dimulai semenjak penjelajah F. Drake singgah di Ternate di tahun tersebut. Selanjutnya Ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke 16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East India Company (EIC). Kongsi tersebut didirikan juga untuk menyiasati adanya persaingan dagang dengan kongsi-kongsi dagang milik Belanda yang jumlahnya banyak.
Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir Inggris dari Indonesia. Yang akhirnya setelah tragedi "Amboyna Massacre" -tragedi berdarah di Ambon- tepatnya tahun 1623, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengalihkan perhatiannya ke negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam, sampai memperoleh kekuasaan. Namun Inggris memperoleh kekuasaan kembali di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang di Tahun 1811. Selama 5 tahun (1811-1816) Inggris memegang kendali kekuasaan pemerintahan di Indonesia.
Namun jauh sebelum itu semua terjadi, ada peristiwa bersejarah lainnya. Tepatnya pada 20 maret 1602, Belanda mendirikan kongsi dagangnya bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Bermarkas di Ambon dengan Gubernur pertamanya bernama Pietr Both. Tujuan didirikannya VOC adalah:
- Menghindari persaingan dagang antar pedagang Belanda.
- Memonopoli rempah-rempah di Hindia Timur
- Menghadapi persaingan dengan pedagang asing
- Menghadapi kerajaan-kerajaan di Indonesia
- Hak untuk memerintah di negara jajahan
- Hak untuk mencetak uang, memonopoli perdagangan, memiliki angkatan perang sendiri.
- Hak memiliki senjata, mengadakan perjanjian dan mengumukan perang
- rakyat Maluku hanya boleh menanam rempah-rempah atas izin VOC
- Luas wilayah perkebunan dikuasai VOC
- Tempat menanam rempah dan harga jual ditentukan VOC
- Hak Ekstirpasi, Hukuman bagi para pelanggar monopoli
- Pelayaran Hongi, pelayaran bersenjata untuk mengawasi jalannya monopoli
- Jayakarta merupakan tempat yang strategis
- VOC dengan mudah mengawasi gerak-gerik Portugis di Belanda
- untuk merebut daerah dan memperkuat diri dalam persaingan dengan persekutuan dagang milik Inggris EIC yang sedang konflik dengan Wijayakraama (Penguasa Jayakarta)
Pada tahun 1623, seperti yang sudah saya kemukakan di atas, EIC berhasil diusir dari Indonesia oleh VOC. Namun semakin lama masalah yang dihadapi VOC tidak semakin membaik tapi justru semakin rumit dan membesar. Hal tersebut diketahui oleh pemerintah Belanda. Pada saat itu pula, di negeri Belanda, sedang terjadi konflik politik. kekuasaan Raja Willem sebagai penguasa, digantikan oleh Republic Bataaf, dibawah kendali Perancis. Pada Abad 18, tepatnya 31 Des 1799, VOC resmi dibubarkan. Alasan dibubarkan:
- Banyak jumlah pegawai VOC korupsi
- Rendahnya kemampuan VOC dalam monopoli perdagangan.
- Perlawanan rakyat secara terus menerus.
PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA
1. Gubernur Jendral Daendels (1808-1811). Tugasnya:
- Mempertahankan pulau jawa dari ancaman Inggris. Dengan cara menambah jumlah prajurit, membangun kapal perang baru, membangun jalan raya pos dari Anyer-Panarukan
- memberantas korupsi dan penyelewengan
- menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan
- Merombak sistem Feodal menjadi sistem Barat-Modern
- menjadikan para penguasa daerah menjadi pegawai pemerintahan colonial
Gubernur yang lemah. Terbukti hanya mampu bertahan selama 3 bulan dan Indonesia jatuh ke tangan Inggris, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, dimana Inggris memenangkan perjanjian Tuntang, dan selama 5 tahun (1811-1816) Inggris memegang kendali kekuasaan pemerintahan Indonesia dibawah pimpinan Gubernur Jendral Thomas Stamford Rafles.
PEMERINTAH INGGRIS
1. Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles (1811-1816)
- Penemu bunga Rafflesia-Arnoldi
- Perintis berdirinya Kebun Raya Bogor
- Penggagas Land Rent. Tapi gagal dilaksanakan, karena masyarakat belum mengenal uang dan tidak ada dukungan dari bupati setempat.
Sebab
sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada
tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang
itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh
pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan
di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon
di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian
antara Inggris dan Belanda. Perundingan itu menghasilkan Konvensi
London atau Perjanjian London (1814), yang isinya antara lain
menyepakati bahwa semua daerah di Indonesia yang pernah dikuasai Belanda
harus dikembalikan lagi oleh Inggris kepada Belanda, kecuali daerah
Bangka, Belitung dan Bengkulu yang diterima Inggris dari Sultan
Najamuddin. Penyerahan daerah kekuasaan di antara kedua negeri itu
dilaksanakan pada tahun 1816. Dengan demikian mulai tahun 1816,
Pemerintah Hindia-Belanda dapat kembali berkuasa di Indonesia. - See
more at:
http://www.katailmu.com/2011/03/sejarah-penjajahan-inggris-di-indonesia.html#sthash.jNG7R63v.dpuf
Sebab
sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada
tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang
itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh
pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan
di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon
di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian
antara Inggris dan Belanda. Perundingan itu menghasilkan Konvensi
London atau Perjanjian London (1814), yang isinya antara lain
menyepakati bahwa semua daerah di Indonesia yang pernah dikuasai Belanda
harus dikembalikan lagi oleh Inggris kepada Belanda, kecuali daerah
Bangka, Belitung dan Bengkulu yang diterima Inggris dari Sultan
Najamuddin. Penyerahan daerah kekuasaan di antara kedua negeri itu
dilaksanakan pada tahun 1816. Dengan demikian mulai tahun 1816,
Pemerintah Hindia-Belanda dapat kembali berkuasa di Indonesia. - See
more at:
http://www.katailmu.com/2011/03/sejarah-penjajahan-inggris-di-indonesia.html#sthash.jNG7R63v.dpuf
Sebab
sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada
tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang
itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh
pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan
di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon
di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian
antara Inggris dan Belanda. Perundingan itu menghasilkan Konvensi
London atau Perjanjian London (1814), yang isinya antara lain
menyepakati bahwa semua daerah di Indonesia yang pernah dikuasai Belanda
harus dikembalikan lagi oleh Inggris kepada Belanda, kecuali daerah
Bangka, Belitung dan Bengkulu yang diterima Inggris dari Sultan
Najamuddin. Penyerahan daerah kekuasaan di antara kedua negeri itu
dilaksanakan pada tahun 1816. Dengan demikian mulai tahun 1816,
Pemerintah Hindia-Belanda dapat kembali berkuasa di Indonesia. - See
more at:
http://www.katailmu.com/2011/03/sejarah-penjajahan-inggris-di-indonesia.html#sthash.jNG7R63v.dpuf
TANAM PAKSA
Pada tahun 1830, dibawah pimpinan Gubernur Jendaral Johannes Van Den Bosch, colonial Belanda memberlakukan suatu sistem di Indonesia yang diberi nama sistem tanam paksa. Sistem ini mulai diberlakukan setelah Belanda mengalami peperangan yang menelan cukup besar biaya, yang merupakan perang terbesar di Tanah Jawa, yaitu perang dengan Kerajaan Diponegoro (1825-1830).
Tujuan diberlakukannya sistem tanam paksa tiada lain adalah untuk mengisi kekosongan kas negara Belanda yang defisit akibat perang tersebut. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam daripada sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangat dibutuhkan pemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasan kolonialis Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940.
Sistem tanam paksa yang kejam ini mendapat protes dari kalangan di Belanda, dan akhirnya dihapus pada tahun 1870 melalui UU Agraria 1870, yang mengawali era liberalisasi ekonomi dalam sejarah penjajahan Indonesia.
MASA PENDUDUKAN JEPANG
Masa pendudukan jepang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945. Semua berawal di tahun 1941. Tepatnya tanggal 8 Desember 1941, Jepang menjadi sekutu Jerman, menyerang Pearl Harbour (Pasifik). Sejak itu perang pasifik-yaitu bagian perang dunia II di wilayah pasifik-dimulai. Sebulan sesudah itu, Jepang masuk menyerang Indonesia. Mulai dari Tarakan (Kalimantan Timur), Sumatra lalu Pulau Jawa pada 2 minggu kemudian.
Pemerintah Belanda tidak tinggal diam. Mereka memaklumatkan perang pada Jepang 5 jam setelah penyerbuan Pearl Harbour. Akan tetapi, pasukan Belanda tidak sebanding dengan pasukan Jepang yang menyerbu ke Indonesia. Belanda hanya punya 4 divisi sedang jepang 6-8 divisi. So, tidak mengherankan bila Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang di Kalijati pada 8 Maret 1942. Kekalahan tersebut ditanda tangani oleh Letjen Ten Poorten, sedang pihak Jepang diwakili Jendral Hitosyi Imamura.
PERGERAKAN NASIONAL
Dengan masuknya jepang bukan berarti pergerakan nasional Indonesia berhenti. Gerakan petisi seperti Wibowo dan Soetarjo yang muncul tahun 1936-an tetap menjadi landasan perjuangan kaum pergerakan di masa Jepang. Tujuan Pergerakan ini adalah memberikan pemahaman agar pemerintah militer Jepang dapat lebih memahami rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaanya.
Cita-cita perjuangan telah tertanam pada kaum pergerakan. Oleh sebab itu, pemerintah Militer Jepang tidak dapat menghindari terbentuknya organisasi seperti PUTERA, Pemuda Menteng dll. Organisasi ini pada hakekatnya dimotori oleh Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro dll.
Namun jauh sebelumnya, sebenarnya, masa pergerakan nasional di tandai dengan munculnya organisasi-organisasi modern antara lain Budi Utomo, Sarekat Islam (SI), dan Indische Partij (IP). Kaum terpelajar melalui organisasi-organisasi memotori pergerakan nasional indonesia. Saya akan menceritakan terlebih dahulu organisasi-organisasi yang sangat berpengaruh dalam pergerakan nasional indonesia tersebut.
BUDI UTOMO
Gagasan pertama pendiri Budi Utomo berasal dari Dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter Jawa dari Surakarta. Pada tahun 1908 Dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo pelajar Stovia dan pelajar-pelajar Stovia lainnya. Pada tanggal 20 Mei 1908 diadakan rapat di suatu kelas di Stovia. Rapat tersebut berhasil membentuk sebuah organisasi bernama Budi Utomo dengan Sutomo ditunjuk sebagai ketuanya.
Tujuan awal Budi Utomo adalah menjamin kemajuan kehidupan sebagai bangsa yang terhormat, dengan mengusahakan perbaikan di bidang pendidikan, kebudayaan, pertanian, dan perdagangan. Namun sejalan dengan berkembangnya waktu tujuan dan kegiatan Budi Utomo pun mengalami perkembangan. Pada tahun 1932-Setelah rapat besar di Bandung tahun 1927 yang dipimpin Ir. Soekarno (Tokoh PNI)-pemahaman Budi Utomo makin berkembang dimana mereka mencantumkan cita-cita Indonesia merdeka dalam tujuan organisasi.
SARIKAT ISLAM (SI)
Berbeda dengan Budi Utomo yang mula-mula hanya mengangkat derajat para priyayi khususnya di Jawa, sementara organisasi Serikat Islam sasaran anggotanya mencakup seluruh rakyat jelata yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. didirikan oleh R.M. Tirtoadisuryo dengan Haji Samanhudi pada tahun 1909 dengan nama Serikat Dagang Islam dalam bentuk koperasi. Tahun 1912 berganti nama Serikat Islam (SI). Tujuannya berkembang dari menghilangkan monopoli dagang cina menjadi memajukan rakyat dengan jalan persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum muslimin.
Bekembangnya Sarekat Islam ini membuat pemerintah Hindia-Belanda menghalangi pertumbuhannya dengan jalan hanya memberikan izin sebagai badan hukum di tingkat lokal. Sekitar tahun 1921 SI pecah menjadi dua. SI Putih dibawah kepemimpinan Cokroaminoto, SI Merah atas kendali Semaun dan Darsono. Dalam perkembanganya SI Merah bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tahun 1923 SI berganti nama menjadi Partai Serikat Islam (PSI). Partai ini bersifat nonkooperasi yaitu tidak mau bekerja sama dengan pemerintah tapi mengnginkan perlu adanya wakil dalam Dewan Rakyat.
INDISCHE PARTIJ
Organisasi yang sejak awal bersikap radikal, adalah Indische Partij (IP). Berdiri tahun 1912 dipimpin oleh orang Indo bernama E.F.E. Dowes Dekker. Cita-citanya adalah agar orang yang yang menetap di Hindia Belanda dapat duduk di pemerintahan. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo (Ex Tokoh Budi Utomo), Suwardi dan Abdul Muis membuat IP berkembang menjadi 30 cabang dengan 7.300 orang anggota, sebagian besar terdiri dari orang-orang Indo-Belanda. Masa akhir IP terjadi ketika Suwardi Douwes Dekker dan Cipto ditangkap dan dibuang ke Belanda. Tahun 1941 Douwes Dekker dibuang ke Suriname.
INDISCHE VEREENIGING (PERHIMPUNAN INDONESIA)
Pada tahun 1908 di Negeri Belanda berdiri sebuah organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar dari Indonesia,namanya Indische Vereniging (Perhimpunan Indonesia). Tujuan awal memajukan kepentingan bersama kaum pelajar. Kemudian berkembang yaitu mencapai kemerdekaan indonesia.
Sejalan dengan itu mereka mengadakan hubungan dengan gerakan-gerakan nasional di berbagai negara di dunia, antara lain dengan Liga Penentang Tindakan Penjajah, Internasionale Komunis, dan ikut serta dalam berbagai kongres dunia.
Pada tanggal 10-15 Februari 1927 Liga Penentang Tindakan Penjajah mengadakan kongres Internasional pertama di Brussel. Tujuannya menentang Imperialisme di dunia.Indonesia diwakili Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Gatot Mangkupraja, Achmad Soebarjo dan Semaun. PI menjadi anggota dari Liga tersebut.
Tindakan PI membuat colonial Belanda bertindak tegas. Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid ditangkap dan diadili pada bulan maret 1928. Namun colonial Belanda tidak dapat membuktikan kesalahannya, hingga akhirnya merekapun dibebaskan. Kejadian ini merupakan tonggak peristiwa yang penting bagi pergerakan nasional indonesia, dimana PI semakin mendapat simpati yang sangat besar dari rakyat Indonesia.
PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)
Tujuan dari awal partai ini jelas, mencapai kemerdekaan Indonesia. PNI memiliki keyakinan membangun nasionalisme ada tiga syarat yang harus ditanamkan pada rakat yaitu Jiwa Nasional, Tekat Nasional dan Tindakan Nasional. Pemahaman ketiga unsur tersebut menjadikan rakyat indonesia sadar kemelaratannya di alam penjajahan. menurut Soekarno (Tokoh PNI) manusia Indonesia dimiskinkan oleh colonial. Manusia Indoneia yang memiliki tanah untuk mencari nafkah, tapi tetap miskin. Manusia Indonesia yang miskin itu dinamakan Soekarno Marhaen. Semangat Marhaen dan Nasionalisme yang ditiupkan Soekarno mendapat simpati kelompok-kelompok politik. Semangat Marhaen dan Nasionalisme itulah yang membuat partai-partai politik semakin terbangun persatuannya.
Oke.. itu tadi rentetan kejadian mengenai Pergerakan Nasional di Indonesia yang ditandai dengan lahirnya berbagai macam organisasi, kelompok politik dan partai-partai, yang sebenarnya tujuan mereka sama, mencapai Indonesia Merdeka. Akhirnya pada tahun 1927 PNI mengadakan suatu rapat besar di Bandung yang dihadiri oleh wakil-wakil dari PSI, Budi Utomo, Paguyuban Pasundan, Sumatranen Bond dan Kaum Betawi. Rapat yang di pimpin PNI tersebut sepakat membentuk suatu badan kerjasama yaitu Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI).
Semangat nasionalisme juga berkembang dikalangan pemuda. Semangat persatuan ini diwujudkan dalam kongres pemuda I di Jakarta pada bulan Mei 1926. Kemudian dilanjutkan kongres pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 dan menghasilkan Sumpah Pemuda, yaitu:
Namun jauh sebelumnya, sebenarnya, masa pergerakan nasional di tandai dengan munculnya organisasi-organisasi modern antara lain Budi Utomo, Sarekat Islam (SI), dan Indische Partij (IP). Kaum terpelajar melalui organisasi-organisasi memotori pergerakan nasional indonesia. Saya akan menceritakan terlebih dahulu organisasi-organisasi yang sangat berpengaruh dalam pergerakan nasional indonesia tersebut.
BUDI UTOMO
Gagasan pertama pendiri Budi Utomo berasal dari Dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter Jawa dari Surakarta. Pada tahun 1908 Dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo pelajar Stovia dan pelajar-pelajar Stovia lainnya. Pada tanggal 20 Mei 1908 diadakan rapat di suatu kelas di Stovia. Rapat tersebut berhasil membentuk sebuah organisasi bernama Budi Utomo dengan Sutomo ditunjuk sebagai ketuanya.
Tujuan awal Budi Utomo adalah menjamin kemajuan kehidupan sebagai bangsa yang terhormat, dengan mengusahakan perbaikan di bidang pendidikan, kebudayaan, pertanian, dan perdagangan. Namun sejalan dengan berkembangnya waktu tujuan dan kegiatan Budi Utomo pun mengalami perkembangan. Pada tahun 1932-Setelah rapat besar di Bandung tahun 1927 yang dipimpin Ir. Soekarno (Tokoh PNI)-pemahaman Budi Utomo makin berkembang dimana mereka mencantumkan cita-cita Indonesia merdeka dalam tujuan organisasi.
SARIKAT ISLAM (SI)
Berbeda dengan Budi Utomo yang mula-mula hanya mengangkat derajat para priyayi khususnya di Jawa, sementara organisasi Serikat Islam sasaran anggotanya mencakup seluruh rakyat jelata yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. didirikan oleh R.M. Tirtoadisuryo dengan Haji Samanhudi pada tahun 1909 dengan nama Serikat Dagang Islam dalam bentuk koperasi. Tahun 1912 berganti nama Serikat Islam (SI). Tujuannya berkembang dari menghilangkan monopoli dagang cina menjadi memajukan rakyat dengan jalan persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum muslimin.
Bekembangnya Sarekat Islam ini membuat pemerintah Hindia-Belanda menghalangi pertumbuhannya dengan jalan hanya memberikan izin sebagai badan hukum di tingkat lokal. Sekitar tahun 1921 SI pecah menjadi dua. SI Putih dibawah kepemimpinan Cokroaminoto, SI Merah atas kendali Semaun dan Darsono. Dalam perkembanganya SI Merah bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tahun 1923 SI berganti nama menjadi Partai Serikat Islam (PSI). Partai ini bersifat nonkooperasi yaitu tidak mau bekerja sama dengan pemerintah tapi mengnginkan perlu adanya wakil dalam Dewan Rakyat.
INDISCHE PARTIJ
Organisasi yang sejak awal bersikap radikal, adalah Indische Partij (IP). Berdiri tahun 1912 dipimpin oleh orang Indo bernama E.F.E. Dowes Dekker. Cita-citanya adalah agar orang yang yang menetap di Hindia Belanda dapat duduk di pemerintahan. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo (Ex Tokoh Budi Utomo), Suwardi dan Abdul Muis membuat IP berkembang menjadi 30 cabang dengan 7.300 orang anggota, sebagian besar terdiri dari orang-orang Indo-Belanda. Masa akhir IP terjadi ketika Suwardi Douwes Dekker dan Cipto ditangkap dan dibuang ke Belanda. Tahun 1941 Douwes Dekker dibuang ke Suriname.
INDISCHE VEREENIGING (PERHIMPUNAN INDONESIA)
Pada tahun 1908 di Negeri Belanda berdiri sebuah organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar dari Indonesia,namanya Indische Vereniging (Perhimpunan Indonesia). Tujuan awal memajukan kepentingan bersama kaum pelajar. Kemudian berkembang yaitu mencapai kemerdekaan indonesia.
Sejalan dengan itu mereka mengadakan hubungan dengan gerakan-gerakan nasional di berbagai negara di dunia, antara lain dengan Liga Penentang Tindakan Penjajah, Internasionale Komunis, dan ikut serta dalam berbagai kongres dunia.
Pada tanggal 10-15 Februari 1927 Liga Penentang Tindakan Penjajah mengadakan kongres Internasional pertama di Brussel. Tujuannya menentang Imperialisme di dunia.Indonesia diwakili Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Gatot Mangkupraja, Achmad Soebarjo dan Semaun. PI menjadi anggota dari Liga tersebut.
Tindakan PI membuat colonial Belanda bertindak tegas. Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid ditangkap dan diadili pada bulan maret 1928. Namun colonial Belanda tidak dapat membuktikan kesalahannya, hingga akhirnya merekapun dibebaskan. Kejadian ini merupakan tonggak peristiwa yang penting bagi pergerakan nasional indonesia, dimana PI semakin mendapat simpati yang sangat besar dari rakyat Indonesia.
PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)
Tujuan dari awal partai ini jelas, mencapai kemerdekaan Indonesia. PNI memiliki keyakinan membangun nasionalisme ada tiga syarat yang harus ditanamkan pada rakat yaitu Jiwa Nasional, Tekat Nasional dan Tindakan Nasional. Pemahaman ketiga unsur tersebut menjadikan rakyat indonesia sadar kemelaratannya di alam penjajahan. menurut Soekarno (Tokoh PNI) manusia Indonesia dimiskinkan oleh colonial. Manusia Indoneia yang memiliki tanah untuk mencari nafkah, tapi tetap miskin. Manusia Indonesia yang miskin itu dinamakan Soekarno Marhaen. Semangat Marhaen dan Nasionalisme yang ditiupkan Soekarno mendapat simpati kelompok-kelompok politik. Semangat Marhaen dan Nasionalisme itulah yang membuat partai-partai politik semakin terbangun persatuannya.
Oke.. itu tadi rentetan kejadian mengenai Pergerakan Nasional di Indonesia yang ditandai dengan lahirnya berbagai macam organisasi, kelompok politik dan partai-partai, yang sebenarnya tujuan mereka sama, mencapai Indonesia Merdeka. Akhirnya pada tahun 1927 PNI mengadakan suatu rapat besar di Bandung yang dihadiri oleh wakil-wakil dari PSI, Budi Utomo, Paguyuban Pasundan, Sumatranen Bond dan Kaum Betawi. Rapat yang di pimpin PNI tersebut sepakat membentuk suatu badan kerjasama yaitu Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI).
Semangat nasionalisme juga berkembang dikalangan pemuda. Semangat persatuan ini diwujudkan dalam kongres pemuda I di Jakarta pada bulan Mei 1926. Kemudian dilanjutkan kongres pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 dan menghasilkan Sumpah Pemuda, yaitu:
- Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
- Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
- Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Sementara itu, anggota PNI yang semakin besar dan meluas, mengundang kekhawatiran pemerintah Hindia-Belanda. Dengan tuduhan akan melakukan pemberontakan, tokoh-tokoh PNI, Soekarno dkk., ditangkap, kemudian diajukan ke pengadilan 18 Agustus 1930. Tokoh-tokoh tersebut dijatuhi hukuman penjara dan PNI dibubarkan. Kemudian dibentuk PNI Merdeka (Pendidikan Nasional Indonesia) yang di pimpin Moh. Hatta dan Partindo (Partai Indonesia) yang di pimpin Sartono. Setelah keluar penjara, Ir. Soekarno masuk Partindo.
Masa-masa di tahun 30'an merupakan masa-masa yang sulit bagi rakyat Indonesia. Semakin banyaknya Pergerakan Nasional di Indonesia, semakin membuat pemerintah belanda serius mengawasi pergerakan politik bangsa indonesia. Gubernur Jendral De Jong melakukan tekanan keras terhadap organisasi pergerakan nasional. Surat kabar diberangus dan dibakar. Para pemimpinnya di tangkap dan di buang. Pemimpin dan pengikut dipisahkan dari kegiatan politik. Polisi Rahasia selalu memata-matai setiap gerakan dan siap menindak.
Pada tahap ini, kaum pergerakan berusaha mencari jalan baru untuk melanjutkan perjuangan. Mereka menggunakan taktik baru, yaitu bekerja sama dengan pemerintah melalui parlemen. Partai politik mengirimkan wakilnya dalam dewan rakyat. Mereka mengambil jalan kooperatif, tetapi sifatnya sementara (insidentil). Artinya kalau terjadi ketidakcocokan dengan politik pemerintahan, mereka dapat keluar dari Dewan Rakyat. Perjuangan moderat dan parlementer ini berlangsung dari tahun 1935-1942.
Okey, kembali lagi ke masa pendudukan jepang di tahun 1942. Sekarang saya coba paparkan sedikit lebih detail kejadian dari tahun 1942 sampai Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.
Setelah terjadi perang sengit antara pemerintah Hindia-Belanda dengan Jepang sepanjang tahun 1941 sampai bulan Januari 1942, akhirnya, tepatnya tanggal 28 Februari 1942, Jepang berhasil merebut pangkalan udara Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma) setelah menggempur pertahanan Belanda. Disana, Letnan Jendral Imamura membua markasnya dan memberikan ultimatum kepada Belanda, bahwa apabila tidak menyerah, tentara Jepang akan menghancurkan tentara Belanda.
Pada 9 Maret 1942 Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda datang ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan pihak Tentara Jepang yang dipimpin langsung oleh Letnan Jenderal Imamura. Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Dengan demikian secara de facto dan de jure, seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda sejak itu berada di bawah kekuasaan dan administrasi Jepang. Hari itu juga, tanggal 9 Maret Jenderal Hein Ter Poorten memerintahkan kepada seluruh tentara Hindia Belanda untuk juga menyerahkan diri kepada balatentara Kekaisaran Jepang.
Pilihan satu-satunya yang dimiliki Soekarno dan Hatta adalah pura-pura bekerja sama dengan Jepang. Tujuan akhirnya, sudah tentu, bukanlah untuk mendukung Jepang, melainkan untuk mendapatkan kemerdekaan untuk Indonesia. Belakangan, Belanda yang kembali akan mencoba untuk menuduh Soekarno sebagai kolaborator Jepang guna mendapatkan dukungan Inggris dalam menghadapi republik Indonesia yang baru terbentuk. Sjahrir memimpin gerakan di bawah tanah dari rumah kakak perempuannya di Cipanas, dekat Bogor. Informasi seringkali dan dengan diam-diam dibagikan Soekarno, yang mendapatkannya dari lingkaran dalam Jepang, dan Sjahrir.
Di bulan September, orang-orang Muslim Indonesia menolak untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang di Tokyo. Peristiwa di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti nyata penolakan tersebut. Haji Zaenal Mustafa mengangkat senjata kepada Jepang walaupun kemudian berhasil ditumpas dan beliau dihukum mati di Ancol. Sebagai penghormatan, nama Haji Zaenal Mustafa menjadi nama jalan terpenting di Tasikmalaya.
Di Bulan Okober, propaganda Jepang, pada mulanya, kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. tapi sebenarnya Jepang keji. pasukan-pasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang untuk dijadikan pekerja paksa, sehingga pandangan bangsa Indonesia yang dulunya segan karena dapat mengusir penjajah Belanda, mulai berbalik.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
Setelah terjadi perang sengit antara pemerintah Hindia-Belanda dengan Jepang sepanjang tahun 1941 sampai bulan Januari 1942, akhirnya, tepatnya tanggal 28 Februari 1942, Jepang berhasil merebut pangkalan udara Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma) setelah menggempur pertahanan Belanda. Disana, Letnan Jendral Imamura membua markasnya dan memberikan ultimatum kepada Belanda, bahwa apabila tidak menyerah, tentara Jepang akan menghancurkan tentara Belanda.
Pada 9 Maret 1942 Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda datang ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan pihak Tentara Jepang yang dipimpin langsung oleh Letnan Jenderal Imamura. Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Dengan demikian secara de facto dan de jure, seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda sejak itu berada di bawah kekuasaan dan administrasi Jepang. Hari itu juga, tanggal 9 Maret Jenderal Hein Ter Poorten memerintahkan kepada seluruh tentara Hindia Belanda untuk juga menyerahkan diri kepada balatentara Kekaisaran Jepang.
Pilihan satu-satunya yang dimiliki Soekarno dan Hatta adalah pura-pura bekerja sama dengan Jepang. Tujuan akhirnya, sudah tentu, bukanlah untuk mendukung Jepang, melainkan untuk mendapatkan kemerdekaan untuk Indonesia. Belakangan, Belanda yang kembali akan mencoba untuk menuduh Soekarno sebagai kolaborator Jepang guna mendapatkan dukungan Inggris dalam menghadapi republik Indonesia yang baru terbentuk. Sjahrir memimpin gerakan di bawah tanah dari rumah kakak perempuannya di Cipanas, dekat Bogor. Informasi seringkali dan dengan diam-diam dibagikan Soekarno, yang mendapatkannya dari lingkaran dalam Jepang, dan Sjahrir.
Di bulan September, orang-orang Muslim Indonesia menolak untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang di Tokyo. Peristiwa di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti nyata penolakan tersebut. Haji Zaenal Mustafa mengangkat senjata kepada Jepang walaupun kemudian berhasil ditumpas dan beliau dihukum mati di Ancol. Sebagai penghormatan, nama Haji Zaenal Mustafa menjadi nama jalan terpenting di Tasikmalaya.
Di Bulan Okober, propaganda Jepang, pada mulanya, kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. tapi sebenarnya Jepang keji. pasukan-pasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang untuk dijadikan pekerja paksa, sehingga pandangan bangsa Indonesia yang dulunya segan karena dapat mengusir penjajah Belanda, mulai berbalik.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
- kerja paksa: banyak laki-laki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk. Ribuan orang mati atau hilang.
- pengambilan paksa: tentara-tentara Jepang dengan paksa mengambil makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi. Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan semasa perang.
- perbudakan paksa terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan "wanita penghibur" bagi tentara-tentara Jepang.
Di tahun 1944 terjadi kembali perang antara sekutu dengan jepang di tanah Indonesia. PUTERA berganti nama menjadi Hokkokai, dengan pemimpinnya, Soekarno. Pada tanggal 8 September Jenderal Koiso menjanjikan Indonesia akan merdeka dalam waktu yang tidak lama lagi.
Di tahun 1945, tanggal 1 Maret dibentuklah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) oleh Jepang. Anggota-anggotanya antara lain Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim, dan lain-lain. Pemimpinnya adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Rakyat pun juga memberontak terhadap Jepang. tanggal 1 Februari tentara Peta di Blitar menyerang gudang senjata Jepang. dan tanggal 3 Mei Gerilyawan Aceh menyerang pos Jepang di Pandrah, dan berhasil membunuh seluruh tentara Jepang.
Tanggal 29 Mei Diselenggarakan sidang pertama BPUPKI yang berlangsung sampai 1 Juni. Soepomo berpidato tentang integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan. Muh. Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malay, Timor, Portugis, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial. Kontroversi terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai aturan Islam dalam Indonesia yang baru. 1 Juni Soekarno menjelaskan tentang doktrin "PANCASILA" di depan BPUPKI.Tanggal 22 Juni Sebuah komisi khusus dibentuk dan dipimpin Soekarno untuk memecahkan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru, dan setuju dengan menghadiahkan bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta. Bahasa kompromi ini menyebutkan bahwa hanya yang beragama Islam yang diwajibkan untuk mengikuti Hukum Islam.
Bulan Juli Militer Jepang mengadakan pertemuan di Singapura. Merencanakan pengalihan kekuasaan Indonesia kepada pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia. Tanggal 8 Juli Sekolah Tinggi Islam didirikan di Jakarta (sekarang menjadi Universitas Islam Indonesia (UII)) yang berpusat di Yogyakarta seiring perpindahan ibukota Indonesia ke Yogyakarta saat Agresi Militer Belanda ke-II. 10 - 17 Juli Diselenggarakan sidang kedua BPUPKI untuk membicarakan rancangan undang-undang dasar untuk Indonesia. Hatta melakukan kritik terhadap pernyataan Yamin, dan menyarankan Irian Barat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam Indonesia. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menyarankan agar rakyat yang berada di bawah bekas kekuasaan Inggris dan Portugis dapat memilih apakah akan bergabung dengan Indonesia atau tidak. Mayoritas anggota memilih bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
DETIK-DETIK KEMERDEKAAN RI
Pada 6 Agustus 1945, 2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI berubah nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada 9 Agusuts Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
Sementara itu, di Indonesia, Sutan Sjahrir telah mendengar berita lewat radio pada tanggal 10 Agustus, bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air pada tanggal 14 Agustus, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. 15 Agustus Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda.
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Moichiro Yamamoto dan bermalam di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.
Mengetahui bahwa proklamasi tanpa pertumbahan darah telah tidak mungkin lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.
Tentara PETA, kelompok muda radikal, dan rakyat Jakarta mengorganisasi pertahanan di kediaman Soekarno. Selebaran kemudian dibagi-bagikan berisi tentang pengumuman proklamasi kemerdekaan. Adam Malik juga mengirim pesan singkat pengumuman Proklamasi ke luar negeri.
Pada 18 Agustus PPKI membentuk sebuah pemerintahan sementara dengan Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Wakil Presiden. Piagam Jakarta yang memasukkan kata "Islam" di dalam sila Pancasila, dihilangkan dari mukadimah konstitusi yang baru.
Republik Indonesia yang baru lahir ini terdiri 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil.
Pada 22 Agustus Jepang mengumumkan mereka menyerah di depan umum di Jakarta. Jepang melucuti senjata mereka dan membubarkan PETA Dan Heiho. Banyak anggota kelompok ini yang belum mendengar tentang kemerdekaan. 23 Agustus Soekarno mengirimkan pesan radio pertama ke seluruh negeri Indonesia. Badan Keamanan Rakyat, angkatan bersenjata Indonesia yang pertama mulai dibentuk dari bekas anggota PETA dan Heiho. Beberapa hari sebelumnya, beberapa batalion PETA telah diberitahu untuk membubarkan diri.
29 Agustus Rancangan konstitusi bentukan PPKI yang telah diumumkan pada 18 Agustus, ditetapkan sebagai UUD 1945. Soekarno dan Hatta secara resmi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden. PPKI kemudian berubah nama menjadi KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). KNIP ini adalah lembaga sementara yang bertugas sampai pemilu dilaksanakan. Pemerintahan Republik Indonesia yang baru, Kabinet Presidensial, mulai bertugas pada 31 Agustus.
Yap... itu tadi serangkaian kisah perjuangan Rakyat Indonesia sampai mencapai kemerdekaannya. mengetahui sebegitu besarnya perjuangan pahlawan-pahlawan kita, sudah sepatutnya lah kita menghargai, menghormati dan meneruskan perjuangan beliau-beliau sehingga apa yang sudah diperjuangkan mati-matian tidak terbuang sia-sia. Tetap Berjuang, Kaum Muda, masa depan Indonesia ada di tangan kalian.. :)
Tanggal 29 Mei Diselenggarakan sidang pertama BPUPKI yang berlangsung sampai 1 Juni. Soepomo berpidato tentang integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan. Muh. Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malay, Timor, Portugis, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial. Kontroversi terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai aturan Islam dalam Indonesia yang baru. 1 Juni Soekarno menjelaskan tentang doktrin "PANCASILA" di depan BPUPKI.Tanggal 22 Juni Sebuah komisi khusus dibentuk dan dipimpin Soekarno untuk memecahkan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru, dan setuju dengan menghadiahkan bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta. Bahasa kompromi ini menyebutkan bahwa hanya yang beragama Islam yang diwajibkan untuk mengikuti Hukum Islam.
Bulan Juli Militer Jepang mengadakan pertemuan di Singapura. Merencanakan pengalihan kekuasaan Indonesia kepada pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia. Tanggal 8 Juli Sekolah Tinggi Islam didirikan di Jakarta (sekarang menjadi Universitas Islam Indonesia (UII)) yang berpusat di Yogyakarta seiring perpindahan ibukota Indonesia ke Yogyakarta saat Agresi Militer Belanda ke-II. 10 - 17 Juli Diselenggarakan sidang kedua BPUPKI untuk membicarakan rancangan undang-undang dasar untuk Indonesia. Hatta melakukan kritik terhadap pernyataan Yamin, dan menyarankan Irian Barat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam Indonesia. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menyarankan agar rakyat yang berada di bawah bekas kekuasaan Inggris dan Portugis dapat memilih apakah akan bergabung dengan Indonesia atau tidak. Mayoritas anggota memilih bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
DETIK-DETIK KEMERDEKAAN RI
Pada 6 Agustus 1945, 2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI berubah nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada 9 Agusuts Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
Sementara itu, di Indonesia, Sutan Sjahrir telah mendengar berita lewat radio pada tanggal 10 Agustus, bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air pada tanggal 14 Agustus, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. 15 Agustus Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda.
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Moichiro Yamamoto dan bermalam di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.
Mengetahui bahwa proklamasi tanpa pertumbahan darah telah tidak mungkin lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.
Tentara PETA, kelompok muda radikal, dan rakyat Jakarta mengorganisasi pertahanan di kediaman Soekarno. Selebaran kemudian dibagi-bagikan berisi tentang pengumuman proklamasi kemerdekaan. Adam Malik juga mengirim pesan singkat pengumuman Proklamasi ke luar negeri.
Pada 18 Agustus PPKI membentuk sebuah pemerintahan sementara dengan Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Wakil Presiden. Piagam Jakarta yang memasukkan kata "Islam" di dalam sila Pancasila, dihilangkan dari mukadimah konstitusi yang baru.
Republik Indonesia yang baru lahir ini terdiri 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil.
Pada 22 Agustus Jepang mengumumkan mereka menyerah di depan umum di Jakarta. Jepang melucuti senjata mereka dan membubarkan PETA Dan Heiho. Banyak anggota kelompok ini yang belum mendengar tentang kemerdekaan. 23 Agustus Soekarno mengirimkan pesan radio pertama ke seluruh negeri Indonesia. Badan Keamanan Rakyat, angkatan bersenjata Indonesia yang pertama mulai dibentuk dari bekas anggota PETA dan Heiho. Beberapa hari sebelumnya, beberapa batalion PETA telah diberitahu untuk membubarkan diri.
29 Agustus Rancangan konstitusi bentukan PPKI yang telah diumumkan pada 18 Agustus, ditetapkan sebagai UUD 1945. Soekarno dan Hatta secara resmi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden. PPKI kemudian berubah nama menjadi KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). KNIP ini adalah lembaga sementara yang bertugas sampai pemilu dilaksanakan. Pemerintahan Republik Indonesia yang baru, Kabinet Presidensial, mulai bertugas pada 31 Agustus.
Yap... itu tadi serangkaian kisah perjuangan Rakyat Indonesia sampai mencapai kemerdekaannya. mengetahui sebegitu besarnya perjuangan pahlawan-pahlawan kita, sudah sepatutnya lah kita menghargai, menghormati dan meneruskan perjuangan beliau-beliau sehingga apa yang sudah diperjuangkan mati-matian tidak terbuang sia-sia. Tetap Berjuang, Kaum Muda, masa depan Indonesia ada di tangan kalian.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar